Minggu, 06 Oktober 2013

Soal Pilihan Ganda Ekonomi Koperasi


Nama : Sri Ayu Setiawati

Npm  : 27212113
Kelas  : 2eb03


Bab 1
1. Konsep koperasi yang benar dibawah ini adalah
a.       Konsep koperasi barat
b.      Konsep koperasi sosialis
c.       Konsep koperasi Negara berkembang
d.      A, b, dan c benar*

2. Konsep yang di bentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya dan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi adalah…
a.       Konsep koperasi barat*
b.      Konsep koperasi sosialis
c.       Konsep koperasi Negara berkembang
d.      Konsep koperasi Indonesia

3. Konsep koperasi yang dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan prosuksi, untuk menunjang perencanaan nasional adalah…..
a.       Konsep koperasi barat
b.      Konsep koperasi sosialis*
c.       Konsep koperasi Negara berkembang
d.      Konsep koperasi Indonesia 

4. Konsep koperasi yang sudah berkembang dengan ciri tersendiri yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya adalah…..
a.       Konsep koperasi barat
b.      Konsep koperasi sosialis
c.       Konsep koperasi Negara berkembang*
d.      Konsep koperasi Indonesia

5. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yg maju adil dan makmur….
a.       UU No. 25/1992 pasal 2
b.      UU No.25/1992 pasal 3*
c.       UU No. 25/1982 pasal 2
d.      UU No. 25/1982 pasal 3



Bab 2

1. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang – seorang atau badan hokum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluarga…
a. Definisi UU No. 25 / 1992*
b. Definisi UU No. 25 / 1991
c. Definisi UU No. 25 / 1982
d. Definisi UU No. 25 / 1981

2. Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan “urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urus-niaga semata-mata burtujuan ekonomi, bukan social yang dikandung gotong-royong adalah….
a. Definisi Arifinal Chaniago
b. Definisi ILO ( International Labour Office)
c. Definisi Munkner*
d. Definisi Dooren
 
3. Koperasi tidaklah hanya kumpulan orang-orang, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan-kumpulan dari badan-badan hukum (comporate) adalah….

a. Definisi Arifinal Chaniago
b. Definisi ILO ( International Labour Office)
c. Definisi Munkner
d. Definisi Dooren*

4.       Perhatikan pernyataan dibawah ini-Keanggotaan bersifat sukarela
- Keanggotaan terbuka- Pengembangan anggota- Identitas sebagai pemilik dan pelangganDari keterangan di atas, termasuk dalam golongan prinsip
a. Prinsip munkner*
b. Prinsip schulze
c. Prinsip Rochdale
d. Prinsip ICA

5. Suatu system social ekonomi atau social tehnik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan adalah bentuk organisasi menurut….
a.       Hanel* 
b.      Munkner
c.       Ropke
d.      Rochdale



Bab 3

1.  Kumpulan individu dengan tujuan yang sama dan bertugas menunjang kebutuhan para anggotanya adalah organisasi menurut….
a.       Rantteisen
b.      Hanel
c.       Ropke*
d.      Rochdale

2.  Perhatikan pernyataan dibawah ini-          Individu-          Pengusaha perorangan/kelompok-          Badan usaha yang melayani anggota dan masyarakatSub system koperasi tersebut adalah menurut…..
a.       Ropke
b.      Hanel*
c.       Raintteinse
d.      Rochdale

3. Perhatikan pernyataan dibawah ini-          Anggota koperasi-          Badan usaha koperasi-          Organisasi koperasiSub system tersebut adalah menurut….
a.       Ropke*
b.      Hanel
c.       Rantteisen
d.      Rochdale

4.  Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan unsure-unsur, yaitu
a.       Anggota dan pengurus
b.      Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan
c.       Manajer
d.      Semua benar*

5. Kesatuan yuridis (hukum), tehnis dan ekonomis yang bertujuan mancari laba atau keuntungan adalah….a.       Badan koperasib.      Badan usaha*c.       Badan ekonomid.      Badan hukum



Bab 4


1.       Ciri utama koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lainnya (non koperasi) adalah….
a.       Posisi manajer
b.      Posisi pengawas
c.       Posisi anggota*
d.      Posisi perorangan

2.       Tujuan perusahaan koperasi adalah….
a.       Maximize profit, maximize the value of the firm, minimize cost*
b.      Maximize profit, maximize the value of the firm, maximize cost
c.       Maximize profit, manimize the value of the firm, minimize cost
d.      Minimaze profit, minimaze the value of the firm, minimize cost
 
3.       Teori laba dalam koperasi adalah…
a.       Semakin tinggi partisipasi anggota, maka semakin rendah manfaat yang diterima
b.      Semakin rendah partisipasi anggota, maka semakin tinggi manfaat yang di terima
c.       Semakin rendah partisipasi anggota, semakin stabil manfaat yang di terima
d.      Semakin tinggi partisipasi anggota, maka semakin tinggi manfaat yang di terima*

4.       Perhatikan keterangan di bawah ini· Mendefinisikan organisasi· Mengkoordinasi keputusan· Menyediakan norma· Sasaran yang lebih nyataDari keterangan di atas disimpulkan tujuan perusahaan koperasi kepada….
a.      Theory of firm*
b.      Tujuan perusahaan
c.       Koperasi
d.      Anggota koperasi


5.       Segala sesuatu yang dilakukan agar hasil maksimal dan keuntungan besar kita harus meminimalkan segala biaya agar mendapatkan sesuatu yang terbaik merupakan bagian dari….a.       Memaksimumkan nilai perusahaanb.      Memaksimumkan keuntunganc.       Meminimumkan biaya *d.      Menstabilkan anggaran 


Senin, 19 November 2012

PengantarBisnisBab2

Tugas Pengantar Bisnis Bab 2

Sri Ayu Setiawati
27212113
Akuntansi Gunadarma 1EB08

 -Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan- .  

1.PENGERTIAN PERUSAHAAN

A.Secara Umum:

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi. B.Menurut Para Pengamat/Ahli , UUD , dll:
  • PEMERINTAH HINDIA BELANDA Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputus-putus, dengan terang-terangan, dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari laba (bagi diri sendiri). 
  • UU No.8 TAHUN 1997, PASAL 1 AYAT 1 Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah negara RI. 
  • MOLENGRAAFF Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan. *MUCH NURACHMAD Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.Bisa dibilang perusahaan adalah usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. 
  • MURTI SUMARNI (1997) Perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber daya ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. 




2.TEMPAT KEDUDUKAN DAN LETAK PERUSAHAAN. 


A.Tempat Kedudukan Perusahaan 

Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan pelanggan, dan sebagainya.


B.Letak Perusahaan 

Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan
fisik / pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah : ·     
  • Harga bahan mentah / bahan pembantu ·         
  • Tingkat upah buruh ·         
  • Tanah ·         
  • Pajak ·         
  • Tingkat bunga ·         
  • Biaya alat produksi tahan lama ·         
Biaya atas jasa pihak ketiga Jenis-jenis Letak Perusahaan Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi empat yaitu : *Terikat keadaan alam    Terjadi karena keterkaitan yang erat antara alam sebagai sarana ketersediaan, kemudahan  sumber daya alam  dengan perusahaan yang membutuhkannya dan mengembangkannya, contoh: Puncak sangat baik untuk lokasi perkebunan. Selain itu ada  faktor-faktor lain seperti lokasi tersebut aman dari bencana alam. *Terikat sejarah   Terjadi karena ada unsur-unsur tertentu semisal letak perusahaan tersebut sudah turun-temurun dalam pengembangan usaha sehingga pemilik memilih tempat itu sebagai sarana melakukan kegiatan fisik. Ssebagai  contoh Pada awalnya, wanita keraton Yogya membuat batik untuk mengisi waktu kosong kini berkembang menjadi kegiatan padat karya di Yogyakarta dan untuk menghargai wanita keraton Yogya sebagai pelopor maka pembatikan terus dilakukan di wilayah Yogya dengan dukungan budaya dari masyarakat sekitar *Terikat oleh pemerintah Terjadi karena pemerintah mempertimbangkan faktor keamanan, politik, kesehatan dan  sebagainya sebagai contohnya letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan di lokasi yang terisolir dari letak rumah masyarakat agar limbah yang dihasilkan perusahaan tidak mengganggu masyarakat, ataupun bilamana terjadi hal yang tidak diinginkan,  dampaknya dapat ditekan hingga se-minimal mungkin *Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi. Terjadi karena perusahaan membutuhkan berbagai keperluan untuk produksinya yang bisa dicukupi oleh tempat tersebut, contoh ketersediaan barang setengah jadi bagi Perusahaan Tekstil dan ketersediaan air bagi Perusahaan Pengiriman Ikan.


3.PERUSAHAAN DAN LEMBAGA SOSIAL.         

A.Menurut teori : Perusahaan  adalah salah  satu  Lembaga Sosial dalam bidang Ekonomi atau bisa dibilang Pranata Ekonomi dan berbeda dengan Lembaga  sosial lainnya karena fungsi perusahaan sebagai Pranata Ekonomi bukan untuk membentuk kepribadian seperti lembaga keluarga dan pendidikan, bukan pula untuk mencapai kesejahteraan rohani seperti lembaga agama, tetapi fungsi rinci perusahaan sebagai Pranata Ekonomi adalah sebagai berikut: Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan. Memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter Memberi pedoman tentang harga jual beli barang. Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja. Memberikan pedoman tentang cara pengupahan. Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja. Memberi identitas bagi masyarakat. Menurut penjelasan diluar teori memang ada poin-poin yang berbeda.

B.Menurut pendapat saya : Menurut saya, perusahaan ekonomi adalah lembaga yang bergerak dalam transaksi barang/jasa dengan melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dengan mengharapkan laba. Perusahaan dikendalikan oleh pemimpin perusahaan dan jajarannya dan mereka mengatur manajemen perusahaan, tidak terlibat langsung dalam produksi. Perusahaan bergerak setiap hari dengan mengerahkan para pekerja/buruhnya untuk proses produksi. Lembaga sosial adalah Lembaga yang bergerak untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan mengerahkan upaya yang ada tanpa mengharapkan laba karena niatnya adalah untuk membantu sesama manusia.Lembaga sosial bergerak pada aktivitas tertentu semisal: Bantuan bagi Desa tertinggal, bantuan bagi korban banjir dll . Lembaga sosial memiliki ketua tetapi hanya mengatur dalam hal tertentu dan ia tetap terlibat langsung dalam kegiatan di masyarakat.


4. BERBAGAI MACAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN  DAN PENGARUHNYA KEPADA  PERUSAHAAN.


Lingkungan perusahaan adalah faktor-faktor dari luar perusahaan yang berkaitan dengan perusahaan dalam kegiatan manajemen maupun produksinya. Lingkungan secara luas adalah mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi seseorang ataupun grup dalam perusahaan maupun luar perusahaan. Masing-masing komponen faktor lingkungan tersebut saling menunjang dan saling mempengaruhi.

Faktor lingkungan perusahaan dibagi menjadi 3 golongan besar yaitu:

A.Jenis-jenis Lingkungan Perusahaan
  • Lingkungan perekonomian, yang berhubungan dengan pasar modal 
  • Lingkungan non ekonomi seperti Politik,Pemerintah,Hukum dan Militer dapat mempengaruhi kegiatan perusahaan  
  • Keadaan Sosial meliputi berbagai golongan penduduk yang berhubungan dengan sikap kepercayaan,  tingkah laku yang dicerminkan dalam lembaga-lembaga sosial yang ada. 
B. Pengaruh Faktor Lingkungan  terhadap  Struktur Perusahaan
  • Tanah dan alam sekitarnya. 
 Faktor ini sangat berpengaruh dalam struktur perusahaan, tanah dan alam sekitarnya dengan jenis yang bervariasi  dibutuhkan oleh Perusahaan dengan jenis yang bervariasi, Perusahaan Dagang bergantung dari sumber daya karena mereka membutuhkan bahan baku yang didapat dari alam (ekstraktif) contoh:Perusahaan Aqua yang bergantung pada air pegunungan. Sementara perusahaan jasa meletakkan perusahaannya tempat yang ramai dan dekat dengan konsumen yang membutuhkan jasa yang sesuai serta kesesuaian pemiliknya contoh:Perusahaan Kereta Api membangun stasiunnya di Lingkungan yang padat penduduk dan bekerja antar kota. 
  • Ilmu pengetahuan dan seni. 
Faktor ini sangat berpengaruh dalam perkembangan produk perusahaan, ilmu pengetahuan yang makin berkembang membuat produk pun makin meningkat kualitasnya ( contoh: inovasi motor dengan teknologi injeksi)  .Selain itu, seni dibutuhkan untuk promosi ( contoh: untuk membuat produksinya laku,Top Coffe menggandeng Iwan Fals sebagai seniman untuk menjadi Bintang Iklannya). 
  • Pemerintah dan hukum. 
 Faktor ini sangat berpengaruh dalam tetap berdirinya suatu perusahaan, pengurusan izin mendirikan dan mengembangkan suatu perusahaan serta pengurusan pajak harus dikerjakan dengan sangat hati-hati agar tidak terkena jeratan hukum. 
  • Uang,kredit dan modal. 
Faktor ini sangat berpengaruh dalam kegiatan produksi perusahaan baik untuk bahan baku dan gaji karyawan maupun buruh sehingga butuh jasa akuntan berpengalaman untuk memegang kendali atas uang dalam perusahaan. Selain itu kredit berpengaruh dalam hal investasi agar pengembangan atau perluasan usaha dapat berjalan lancar. Sama halnya dengan kedua hal diatas, modal sangat berpengaruh dalam hal kelangsungan usaha dimana semakin tinggi modal maka semakin besar juga kemungkinan perusahaan itu dapat bertahan lama. 
  • Tenaga kerja dan SDM
Aspek ini berkaitan dengan kegiatan produksi dimana sebagian besar tenaga kerja suatu perusahaan diletakkan dalam bidang ini. Tenaga kerja yang puas akan perusahaan akan bekerja secara lebih tulus dan lebih produktif, menjadi tenaga kerja apalagi jajaran pemimpin perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang baik sehingga pemahaman dalam tiap bidang dapat didapatkan dengan cepat dan pekerjaan dapat lebih efektif. 
  • Sikap konsumen dan publik 
Faktor ini berpengaruh kepada perusahaan dimana konsumen akan selalu mencari barang yang sesuai keinginan dan jasa yang membuat konsumen puas.Oleh karena itu selalu ada kontrol terhadap suatu barang yang dilepas ke pasar dimana kritik dan saran konsumen adalah alasan untuk tetap memasarkan produk atau dimodifikasi terlebih dahulu agar sesuai selera konsumen.Komentar publik terhadap suatu barang dan jasa dapat dijadikan batu loncatan ataupun kulit pisang bagi suatu perusahaan oleh karena itu perusahaan harus pandai-pandai dan sangat teliti dalam membuat suatu produk dan memasarkan harga agar tidak kalah dengan produsen lain.
  • Segi kepercayaan dan agama
Aspek ini berpengaruh kepada suatu produk yang akan dibuat.
Contoh di Negara Timur Tengah, produk yang menonjol adalah baju muslim yang menutupi aurat, kopiah, kerudung dan barang lainnya yang berkaitan dengan islam.Produk yang dibuat disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk agar dapat lebih cepat dalam pemasarannya.
  • Hubungan internasional
Aspek ini berpengaruh kepada kegiatan ekspor impor perusahaan. Negara dengan hubungan internasional yang baik akan melakukan kegiatan pertukaran barang dengan negara lain dimana barang yang mereka dapatkan sulit untuk miliki di Negara sendiri, sedangkan apabila hubungan internasional suatu negara buruk. bisa dibayangkan banyak produk-produk yang tidak boleh dikirim dan diterima oleh negara tersebut. Contohnya mungkin Jepang dengan Vietnam dimana Jepang mengirimkan berbagai macam teknologi untuk ditukar dengan berasnya Vietnam.


 5.PENDEKATAN DALAM MELIHAT LINGKUNGAN BISNIS.

Lingkungan selalu memberi pengaruh yang signifikan bagi siapa saja, termasuk perusahaan atau korporasi. Perusahaan tidak akan tumbuh dengan baik, jika lingkungan usaha yang mengitarinya tidak kondusif, oleh karena itu kita harus jeli dalam menentukan kebijakan bisnis dan mempelajari hal-hal yang ada dalam lingkungan bisnis agar dapat bersahabat dengan perusahaan kita. Sekalipun perusahaan itu dikelola oleh manajemen profesional dan didukung kemampuan modal yang cukup. Namun, jika lingkungan bisnisnya tidak mendukung, bisa jadi bisnis atau usaha yang dijalani akan redup.

Kata lingkungan di sini memiliki pemahaman yang begitu kompleks dan luas. Lingkungan bisnis atau usaha bukan sebatas apa yang tampak di sekitar lokasi usaha, pabrik dan kantor tetapi dalam suatu konteks luas melalui tempat-tempat terkait yang mempengaruhi kegiatan perusahaan. Lebih dari itu, lingkungan bisnis menyangkut banyak hal, misalnya sistem sosial masyarakat, politik, ketersediaan pasar, kebijakan pemerintah termasuk perlakuan perpajakan dan tingkat persaingan usaha. Selain itu, ada juga faktor ketersediaan bahan baku, ketersediaan sumber daya manusia, dukungan teknologi operasional dan teknologi informasi serta sumber pembiayaan yang memadai. Begitu kompleksnya faktor lingkungan bisnis ini sehingga perlu pemahaman dan analisa secara lebih terinci agar perusahaan dapat aman berpijak di tempatnya berdiri.

Karena itu pula, setiap perusahaan yang berencana melakukan ekspansi, membuka cabang atau gerai baru selalu didahului dengan studi kelayakan atau survei. Objek yang disurvei pasti berkaitan dengan lingkungan usaha di sekitarnya, apakah mendukung untuk dibuka sebuah cabang baru atau justru sebaliknya. Luasnya ruang lingkup lingkungan bisnis menyadarkan kita bahwa keberadaan lingkungan bisa memberikan dua kemungkinan, yakni mendukung terhadap bisnis yang digelutinya atau sebaliknya menjadi risiko bisnis yang harus diperhitungkan. Risiko yang ditimbulkan bisa bersifat sistemik dan unsistemik. Bagi pelaku pasar modal, memahami pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan bisnis atau usaha merupakan hal yang wajib terutama, jika dikaitkan dengan sektor-sektor bisnis yang sedang diminatinya mengingat setiap sektor usaha memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap lingkungan yang sama. Kondisi lingkungan yang cateris paribus bisa jadi menguntungkan bagi sektor usaha yang satu, tapi tidak mendukung bagi sektor usaha yang lain.

Musim hujan, misalnya tidak menguntungkan bagi usaha di sektor wisata, tour and travel karena banyak orang yang enggan bepergian. Namun, musim hujan amat menguntungkan bagi produsen payung. Ini hanyalah sekedar contoh sederhana di mana kondisi lingkungan yang sama memberikan dampak berbeda di sektor usaha yang berbeda. Apa benang merah antara pemahaman lingkungan bisnis dengan prilaku investasi di pasar modal? Seperti diketahui, saat ini tercatat lebih dari 400 perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek. Sektor usahanya pun bervariasi, yaitu pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan, jasa dan investasi, infrastruktur, industri manufaktur, properti, keuangan dan perbankan, travel dan wisata, dan sebagainya. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa iklim merupakan aspek yang paling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. Banyak contoh yang bisa diajukan untuk menunjukkan betapa lingkungan dan perubahannya sangat berpengaruh terhadap aktivitas investasi di pasar saham.

Contoh yang nyata adalah apabila melemahnya secara drastis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Melemahnya rupiah terhadap mata uang AS merupakan sebuah perubahan di lingkungan. Hal ini mengingatkan kita pada krisis moneter, di mana anjloknya nilai rupiah telah membuat bangkrut banyak perusahaan. Melemahnya rupiah menggelembungkan beban utang perusahaan dalam denominasi dolar AS. Gambarannya begini. Jika perusahaan memiliki utang USD1 juta.Dengan nilai Rp9.100 per USD, perusahaan ini memiliki kewajiban sebesar Rp9,1 miliar. Nah, jika rupiah melemah menjadi Rp9.700 per USD, utang perusahaan tadi meningkat menjadi Rp9,7 miliar. Jika kondisi seperti ini terjadi pada perusahaan publik atau emiten, sudah pasti kinerja emiten tersebut akan tergerus semakin tipis.

 Efek berantainya tentu saja berupa runtuhnya ekspektasi investor di pasar sehingga mereka cenderung akan melepas sahamnya. Dampak berikutnya bisa diduga, harga saham akan turun. Namun, penurunan rupiah ini, bisa menimbulkan dampak sebaliknya bagi perusahaan yang mayoritas pendapatannya berupa dolar AS. Tidak sedikit perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mayoritas pendapatannya berupa USD. Perusahaan yang mayoritas produknya di ekspor pasti mayoritas pendapatannya dalam USD. Terhadap perusahaan seperti ini, penurunan nilai rupiah justru menjadi berkah yang nikmat karena dengan sendirinya pendapatannya, jika dikonversi ke rupiah akan mengalami lompatan besar. Apalagi, jika dalam pengeluaran operasional, perusahaan ini membayar dengan rupiah. Contoh lain adalah kenaikan harga komoditas hasil tambang. Masih segar dalam ingatan ketika beberapa komoditas hasil tambang harganya melejit, seperti: batu bara, timah, emas dan minyak.

 Di pasar modal saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan diburu investor. Tidak ada satu pun perusahaan sektor pertambangan yang harganya tidak naik signifikan. Juga ketika harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melesat di pasar internasional, maka saham-saham perkebunan kelapa sawit juga menjadi incaran investor. Tak pelak, harga saham produsen CPO juga terbang tinggi. Bentuk lingkungan lain misalnya ketika parlemen sibuk memainkan ‘drama’ Bank Century. Saat itu mayoritas pelaku pasar bersikap menunggu, wait and see, karena takut manuver parlemen ini menjelma menjadi bola liar yang sulit dikendalikan. Nilai maupun volume transaksi saham di BEI saat itu relatif rendah. Inilah efek dari lingkungan politik yang suhunya sedang hangat.

Beberapa ilustrasi di atas menunjukkan bahwa lingkungan bisnis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kegiatan investasi di pasar modal. Jika lingkungan mendukung, pasar modal akan merespons positif. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi lingkungan yang sama bisa memberikan efek berbeda bagi sektor usaha yang berbeda. Oleh karena itu sudah semestinya para pebisnis selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di sekitarnya.


 Referensi :       
  • http://geadisty.blogspot.com/2011/10/pengertian-perusahaan.html 
  • http://carapedia.com/pengertian_definisi_perusahaan_info2035.html 
  • http://books.google.co.id/books?id=EVfWJ7nbd-kC&pg=PA18&lpg=PA18&dq=tempat+kedudukan+dan+letak+perusahaan&source=bl&ots=o9rpgsrUl6&sig=7x11QeN-0EaAsvoNKWKwVmykGoM&hl=id&sa=X&ei=MlODUIvbFpDxrQe6soG4Bw&sqi=2&ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&q=tempat%20kedudukan%20dan%20letak%20perusahaan&f=false 
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_sosial#Pranata_Ekonomi 
  • http://bisnis-environment.blogspot.com/2011/03/pentingnya-memahami-lingkungan-bisnis.html

PengantarBisnisBab1

Tugas Pengantar Bisnis
 1. -Ruang Lingkup Bisnis
- Sri Ayu Setiawati
27212113
Akuntansi Gunadarma 1EB08
                        
Tugas Pengantar Bisnis  1                             
 -Ruang Lingkup Bisnis- 1  

A.Pengertian

Bisnis dan Jenisnya Bisnis  adalah bermacam-macam kegiatan dengan menawarkan barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan/laba yang dilakukan setiap  individu maupun kelompok. Bisnis merupakan sebuah usaha, jadi siapapun pelaku bisnis harus siap untuk  menerima keadaan keuangan usahanya baik untung maupun rugi. Bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang tetapi reputasi,kecermatan dalam mengambil keputusan, pandai dalam memanfaatkan peluang, banyak kerabat serta kejujuran juga termasuk hal-hal yang dapat membuat setiap usaha berkembang dengan gemilang.     



B.Jenis- jenis Bisnis

 I.Oligopoli 
Pasar oligopoli adalah keadaan yang terjadi ketika penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Biasanya,  jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai produsen barang terbaik di pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan juga bergantung terhadap daya tarik konsumen dengan produk-produk lain yang sejenis. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka yaitu produsen lain. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki modal intensif yang tinggi, seperti, industri semen,  industri mobil, dan industri kertas.

II.Oligopsoni
Oligopsoni, adalah keadaan yang terjadi ketika dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

 III. Monopsoni 
Monopsoni, adalah keadaan yang terjadi ketika ada yang menguasai  penerimaan pasokan atau bisa disebut pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi di daerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsense. Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI.



2. Tujuan kebijakan Bisnis

Tujuan kebijakan bisnis meliputi hal-hal berikut:

a. Menghasilkan barang atau jasa secara efisien serta cocok bagi konsumen Sangat jelas jika tujuan kegiatan bisnis adalah menghasilkan barang atau jasa dengan menciptakan barang/jasa baru melalui proses produksi oleh produsen.

b. Meningkatkan nilai guna barang atau jasa Sebuah perusahaan/industri memproduksi suatu barang bertujuan untuk meningkatkan nilai guna barang itu sendiri, di mana sebelumnya barang tersebut belum/kurang berguna tetapi sesudah melalui proses produksi nilai guna dari barang tersebut menjadi lebih tinggi.

c. Meningkatkan kemakmuran masyarakat setempat Tujuan dari kebijakan bisnis diharapkan dapat menghasilkan produk yang nantinya dapat mendatangkan keuntungan (profit oriented) yang nantinya kemakmuran masyarakat setempat  akan meningkat karena masyarakat akan memperoleh keuntungan dengan membuat  suatu barang/jasa.

d. Meningkatkan keuntungan Dengan kebijakan ekonomi diharapkan instruksi yang  dapat meningkatkan keuntungan industri/perusahaan tersebut.

e. Memperluas lapangan usaha Apabila suatu perusahaan sudah memiliki kebijakan bisnis yang  sesuai dengan keadaan pasar, dapatlah dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan semakin besar sehingga dapat memperluas lapangan usaha.

f. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan Tujuan berikutnya adalah untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat terus berjalan baik dengan cara menghemat dana perusahaan dikala sedang merugi atau kenaikan  upah bagi buruh  jika mendapatkan keuntungan yang besar. Para petinggi perusahaan  mau tak mau, harus berfikir tentang kebijakan bisnis yang sesuai  agar suasana  perusahaan menjadi kondusif



 3. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar

a.Perekonomian pasar
 Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). akibatnya, jumlah barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan. Sistem Perekonomian ini sering sekali digunakan di Eropa Barat

b.Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini,negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi karena mereka juga punya warga yang kreatifitasnya tinggi ,di dalam perekonomian terencana mereka punya motto yaitu satu untuk semua dan semua untuk satu.

c.Perekonomian pasar campuran Perekonomian pasar campuran adalah fusi antara sistem perekonomian pasar dan terencana. menurut saya, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi.
Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta. Selain hal – hal diatas perekonomian Indonesia juga merupakan sistem ekonomi yang dinamakan Sistem Perekonomian Pancasila.



 4. Kesempatan Bisnis atau Usaha 

Mahasiswa dapat menjadi pebisnis atau pengusaha dengan mengandalkan kemampuannya membaca situasi sekitarnya, contoh yang paling kecil mungkin rumah/tempat kos/kampusnya sendiri. Hanya  dengan modal uang sedikit saja tetapi memanfaatkan skill pebisnis, anda dapat  sukses  dengan mengeluarkan ide-ide anda yang dapat menarik minat banyak orang. Contohlah Elang Gumilang (23) CEO PT Dwikarsa Semestaguna,  pengusaha muda yang sukses di bidang properti, ia  memiliki usaha yang penghasilannya besar tanpa harus menunggu tua, ia memulainya  dari umur yang sangat belia. Setidaknya ini bukanlah mimpi tapi kenyataan.  Pasalnya sudah banyak cerita menggambarkan pengusaha muda sukses yang mengawali usahanya dari awal dan salah satunya Kisah sukses pemuda seperti Elang di Indonesia masih langka dan mungkin hanya seribu satu, karena walaupun masih berstatus mahasiswa dirinya sudah memimpin sebuah perusahaan dengan omset milyaran. Menurut Elang, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah datang begitu saja tetapi usaha dengan kerja keras, karena sesuatu tidak didapatkan dengan gratis. Pesan tersebut selalu diajarkan kedua orang tuanya.Semangat bisnisnya sudah terlihat sejak kecil dan bahkan naluri bewirausahanya sangat tajam dalam melihat peluang usaha. Tak ayal dirinya sempat merasakan berbagai macam pekerjaan, mulai dari berdagang donat, menjadi tukang minyak goreng, jualan bolham hingga terakhir menjadi developer properti untuk pembangunan rumah sangat sederhana. Dikatakannya, bisnisnya di bidang properti diawali sebagai marketing perumahan dan terus berkembang sampai sekarang sebagai CEO.



5. Unsur-  Unsur Penting dalam Kegiatan Ekonomi 

Unsur – Unsur Penting dalam Kegiatan  Ekonomi dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: Produksi , konsumsi dan Distribusi.
 a.Pengertian Produksi
Produksi berarti kegiatan menghasilkan barang/ jasa. Produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang/jasa. Pelaku kegiatan produksi disebut produsen. Produksi dapat membuat barang setengah jadi, barang jadi maupun barang recycle. Contohnya ialah: kapas diolah menjadi benang, benang menjadi kain, ban mobil bekas dijadikan sandal atau pot bunga.
 b.Pengertian Konsumsi
 Konsumsi ialah kegiatan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang/jasa. Pelaku kegiatan konsumsi dinamakan konsumen. Konsumen memberikan produsen alat tukar pembayaran, ia dilakukan sebagai tebusan dari barang/jasa yang  dibuat dan diolah dari alam. Dalam beberapa kasus, perilaku konsumtif dapat menjadikan keadaan seseorang tidak dapat membendung keinginannya dalam menggapai apapun keinginan jasmaninya.
 c.Pengertian Distribusi
Distribusi adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Distribusi menjembatani kegiatan produsen dan konsumen .Sesulit apapun medannya, distributor selalu berusaha mengirimkan hasil produksi yang  diantar secara terus-menerus sehingga  konsumen dapat menikmati apa yang mereka inginkan dalam waktu yang tepat, oleh karena itu distributor sangat dibutuhkan ketepatan waktunya.



 6. Hakikat Bisnis 

 Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia (produk atau jasa) yang bermanfaat bagi masyarakat. Manusia bisnis (businessman) selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga memberikan kepuasan pada masyarakat yang membuat kepercayaan masyarakat kepada para businessman semakin tinggi. Pada tahap selanjutnya selalu ada peningkatan laba yang sebanding dengan peningkatan kebutuhan para konsumen terhadap jenis produk tersebut.



 7.  Mengapa Belajar Bisnis ?

 Bisnis adalah suatu kegiatan yang tiada habisnya dibicarakan orang karena menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani yang apabila disikapi dengan benar maka kebutuhan rohani pun tercukupi. Saya belajar bisnis untuk menemukan cara membuka jalan bagi kesuksesan saya, kesuksesan yang saya maksud ditegaskan dalam dua poin yang saling bersangkutan yaitu:
 1. Mendapatkan banyak kebahagiaan dalam pekerjaan saya dan
 2.Mendapat keuntungan dari kebahagiaan saya dalam bekerja

Dikutip dari :
http://dhyan-dwi.blogspot.com/2012/01/ruang-lingkup-bisnis.html
http://ishalzhouldick.blogspot.com/2010/08/monopoli-oligopoli-monopsoni-oligopsoni.html
http://sarwanta.blogspot.com/2012/04/kegiatan-pokok-ekonomi-konsumsi.html https://inspirasiusahasukses.wordpress.com/2012/03/19/mahasiswa-beromzet-17-milyar-berbisnis-konstruksi/#more-887
http://avrezadanaviel.blogspot.com/2011/11/vi-hakikat-bisnis.html